Sabtu 11 April 2026 - 22:55
Istanbul Buat Peringatan Besar Para Syuhada Iran

Hawzah/ Upacara peringatan besar para syuhada Iran diselenggarakan di kawasan Halkalı, Istanbul, dengan dihadiri secara luas oleh para ulama, pejabat, perwakilan lembaga-lembaga keagamaan, dan ribuan pecinta Ahlulbait (as). Acara yang penuh dengan beberapa sesi ceramah, pembacaan ratapan, serta penekanan pada persatuan Islam dan dukungan terhadap poros perlawanan.

Berita Hawzah – Upacara peringatan para syuhada Iran diselenggarakan di kawasan Halkalı, Istanbul.

Dalam upacara tersebut, Hujjatul Islam wal Muslimin Syekh Salahuddin Özgündüz; Hujjatul Islam wal Muslimin Dr. Akbar Fallahnejad, perwakilan bagian internasional dari kantor pusat Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran; Ahmad Mohammadi, Konsul Jenderal Republik Islam Iran di Istanbul; para tokoh dan perwakilan partai politik; para ketua dan direktur organisasi masyarakat sipil; serta ribuan pecinta Ahlulbait (as) dan front perlawanan hadir disana.

Pada hari Kamis, 9 April (20 Farvardin), setelah salat Asar, ribuan pengikut Ahlulbait (as) berkumpul di halaman pusat budaya Masjid Zainabiyah dan bergerak menuju pusat budaya Yahya Kemal Beyatlı, di sepanjang jalan mereka melantunkan ratapan dan meneriakkan slogan 'Labbaik ya Husain'.

Upacara ini dimulai dengan mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang seluruh syuhada, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur'an.

Selanjutnya, Ahad Thalan, ketua Persatuan Ulama Ja'fari, dalam sambutan selamat datangnya menyatakan: 'Perang yang dilancarkan oleh Republik Islam Iran melawan para imperialis biadab dan Zionis haus darah, bukan sekadar perang untuk tanah air dan bangsa; tetapi perang ini juga merupakan perjuangan untuk membela agama dan kemanusiaan. Oleh karena itu, perjuangan yang penuh kehormatan ini tercatat dalam sejarah dan akan tetap menjadi teladan bagi generasi mendatang.'

Ia menambahkan: Sebagaimana yang terjadi dalam setiap peperangan, perang yang tidak adil ini juga mengakibatkan kerugian materi yang sangat besar; namun dengan pertolongan dari bangsa-bangsa yang bersahabat dan bersaudara serta dengan upaya rakyat Iran, negara ini akan segera dibangun kembali. Thalan juga mengapresiasi sikap dan dukungan dari rakyat dan pejabat Republik Turki dalam menghadapi para agresor.

Selanjutnya, Hasan Babur, ketua CAFERİDER, menyatakan: 'Struktur imperialis dan Zionis dengan menjatuhkan beberapa ton bom, telah mensyahidkan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran beserta para pendamping dan komandannya, dan bersamaan dengan itu sekitar 180 orang gadis berusia antara 7 hingga 12 tahun kehilangan nyawa mereka dalam serangan terhadap sebuah sekolah dasar.'

Ia menambahkan: Dalam masa empat puluh hari ini, ribuan orang telah gugur sebagai syuhada di Iran dan Lebanon, dan kami, memuliakan kenangan mereka semua serta memohonkan rahmat untuk mereka.

Hujjatul Islam wal Muslimin Dr. Fallahnejad juga dalam pidatonya menyatakan: 'Rakyat Iran selama empat puluh hari terakhir berada dalam kesedihan yang mendalam, dan di malam hari mereka berteriak di alun-alun menuntut balas atas para syuhada mereka. Meskipun demikian, mereka tidak pernah menundukkan kepala menyerah kepada imperialisme dan Zionisme, dan tentara negara dengan segenap kemampuan telah berdiri menghadapi arus tersebut.'

Ia menekankan: Di hari-hari sulit ini, berbagai bangsa, kaum Muslim, dan para pejuang kebebasan di dunia berdiri di samping rakyat Iran, dan khususnya Republik Turki dengan seluruh lapisan masyarakatnya, baik Sunni, Syiah, maupun Alevi, telah menunjukkan solidaritas mereka.

Selanjutnya dalam upacara tersebut, Hujjatul Islam wal Muslimin Syekh Salahuddin Özgündüz dalam pidatonya menyatakan: 'Pada hari pertama perang empat puluh hari ini, seorang sayyid dari keturunan Sayyidah Fatimah as, Imam Ali as, dan Imam Husain as bersama dengan sekitar 180 orang gadis kecil di Minab gugur sebagai syuhada, tetapi hari ini imperialisme dan Zionisme telah kalah di hadapan darah mereka.'

Ia menambahkan: 'Perang ini bisa saja berubah menjadi perselisihan antara Sunni dan Syiah atau antara Arab dan Persia, namun tujuan ini tidak tercapai dan Republik Turki tidak membiarkan penyimpangan seperti itu terjadi.'

Özgündüz juga, dengan merujuk pada perkembangan regional dan internasional, menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap konspirasi pemecah-belah dan mengatakan: 'Bangsa-bangsa tidak boleh terjerat dalam proyek-proyek pemecah-belah imperialisme dan Zionisme.'

Di bagian akhir upacara ini, dilantunkan puji-pujian oleh seorang penyair puji-pujian Ahlulbait (as), dan para hadirin mengakhiri upacara dengan memuliakan kenangan para syuhada Iran.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha